Rabu, 03 Mei 2017

(Drama Radio) "Aku namakan ia Bening"

Nama : Singgih aji prasetyo
Kelas : 4F/PBSI
NPM : 15410247
Judul : “Aku namakan ia Bening”

Aku namakan ia Bening
Oleh : Singgih aji prasetyo

1.
NARATOR
Pak bowo yang sudah seharian berjalan kaki mengais barang-barang bekas itu pulang ke rumah dengan raut muka yang letih, lesu, dan kusam. Sambil menghela napas ia membersihkan barang-barang yang sudah didapatnya.
2.
BOWO
Assalamualaikum, bu ne Bu ne Bapak pulang.
3.
KURTI
Waalaikumsalam, iya pak ne ini minum dulu. Bagaiman pak ne, dapatnya banyak atau tidak?
4.
BOWO
Alhamdulillah buk  ne lebih banyak dari yang kemarin.
5.
KURTI
Alhamdulillah, kalau begitu ibuk nanti bisa melahirkan di rumah sakit kan pak? Pakai uang hasil jual kaleng-kaleng ini.
6.
BOWO
Ibuk ini loh, lah wong kita bisa mendatangkan mbok Inem aja sudah Alhamdulillah, buat bayar dukun bayi seperti mbok Inem saja mungkin kita tidak kuat buk. Apalagi untuk ke rumah sakit mau bayar pakai apa buk?
7.
KURTI
Tapi pak, Ibu ingin merasakan melahirkan di rumah sakit. Lagi pula ini juga demi keselamatan bayi kita pak. Ibu tidak ingin bayi kita yang ini lahir seperti Murni.
8.
BOWO
Husss jangan begitu buk, Murni itu anak kita.
9.
KURTI
Anak kita ya emang anak kita pak. Salah Bapak juga sih kenapa dulu Ibu ngak dibawa ke rumah sakit. Mungkin kalau di rumah sakit Murni tidak lahir seperti itu pak. Pasti Murni akan lahir sempurna tidak cacat seperti sekarang ini.
10.
BOWO
Astagfirullah buk, istiqfar buk. Cacat atau tidak itu sudah kehendak Allah. Seharusnya ibuk bersyukur sudah diberi anak yang nurut dan saleha seperti Murni.
11.
NARATOR
Di tengah perbincangan kedua orang tuanya yang kian memanas tiba-tiba murni datang sambil membawa kereta kaleng yang diuat Bapaknya.
12.
MURNI
Hem ngeng ngeng ngeng, brem brem. Bapakne, em Bapakne sudah pulang?
13.
BOWO
Iya sudah Murni sayang. Murni dari mana?
14.
MURNI
Murni tadi jalan-jalan, sama teman-teman Murni. Naik mobil mewah bareng pak Jokowi hem ngeng ngeng ngeng.
15.
BOWO
Pinter anak Bapak, besok kalau besar punya mobil yang bagus ya dan juga Murni harus bisa jadi Presiden seperti pak Jokowi.
16.
KURTI
Aduh Gusti, ini Bapak sama anak kog sama-sama ngak warasnya.
17.
BOWO
Hus, Ibuk!
18.
MURNI
Bu ne, asik ada bu ne juga. Em ibu Murni cantik, adek Murni juga cantik. Asik Murni punya adik.
19.
KURTI
Aduh amit-amit, semoga kamu ngak seperti mbakyu mu ya nak.
20.
MURNI
Em adek Murni cantik sperti Murni.
21.
KURTI
Ngak, amit-mait jabang bayi.
22.
MURNI
Hemmm hemmm Bapakne Ibune jahat.
23.
BOWO
Engak sayang, Ibune ngak jahat. Ibu itu baik, Ibu juga sayang sama Murni.
24.
MURNI
Yang bener Bapakne?
25.
BOWO
Iya sayangku. Iya kan bu ne?
26.
KURTI
Terserah Bapak lah, Bu ne capek mau istirahat dulu.
27.
NARATOR
Baru saja Kurti masuk ke dalam rumah tiba-tiba Nyonya Salima datang untuk menagih hutang kepada Murni. Nyonya Salima yang didampingi oleh dua orang keamananya langsung marah-marah dan mengobrak-abrik rumah Murni yang hanya berukuran empat meter persegi itu.
28.
SALIMA
Kurti kurti ke luar kamu.
29.
KURTI
Mohom maaf Nyonya  saya belum punya uang. Kaleng-kaleng itu belum terjual Nyonya, lagi pula saya juga lagi butuh uang buat biaya melahirkan Nyonya, jadi belum bisa melunasi hutang dulu.
30.
SALIMA
Enak saja kamu bicara. Sudah tiga bulan aku beri waktu kamu untuk bayar semua hutang-hutangmu. Bisa tidak bisa pokoknya kamu harus bayar hari ini.
31.
KURTI
Tapi mohon maaf Nyonya Salima saya benar-benar tidak punya uang. Apa mungkin bisa saya bayar dengan anak saya Murni Nyonya?
32.
BOWO
Bu ne, bu ne ini bilang apa. Murni itu anak kita bu ne.
33.
SALIMA
Bayar pakai anakmu, emang bisa apa anak cacat seperti anakmu ini? Paling mentok-mentoknya ya Cuma bisa disuruh ngemis. Iti tidak cukup untuk bayar hutang-hutangmu.
34.
KURTI
Tidak Nyonya tidak hanya itu. Bawa saja Murni Nyonya. Nyonya kan bisa jual organ-organ dalam Murni pasti akan banyak menghasilkan uang Nyonya.
35.
BOWO
Astaqfirullah bu ne, bu ne ini loh istiqfar bu ne. Ngak boleh Nyonya Murni ini anakku.
36.
SALIMA
Sopo, jarwo bawa dia kita jual organ-organnya. Kurti terima kasih hutangmu lunas semuanya.
37.
SOPO & JARWO
Siao Nyonya, Beres.
38.
MURNI
Bapakne Ibune Murni ngak mau ikut Murni ngak mau Bapakne.
39.
NARATOR
Bowo yang berusaha untuk menghalangi kedua anak buah Nyonya Salima pun tak berkutik. Bersedih lah ia karena Murni anak kesayangannya kini telah menghilang untuk melunasi hutang-hutangnya sendiri. Bowo merasa sangat bersalah pada Murni. Namun tiba-tiba Istrinya memanggil-maggil ia dengan begitu kerasnya.
40.
KURTI
Bapakne Ibuk mau melahirkan, aduh Bapakne Bapakne!
41.
BOWO
Ada apa buk ne? Gusti anakku mau keluar.
42.
KURTI
Cepat panggil mbok Inem pak ne !
43.
BOWO
Mbok? Mbok Inem tolong istri saya mbok!
44.
MBOK INEM
I i iya le ini juga saya tolong, kamu tunggu di luar saja.
45.
KURTI
Aw aw aw aw aw ah ah ah Bapakne.
46.
BOWO
Duh Gusti, selamatkanlah istri hamba selamatkan anak hamba.
47.
BAYI
Oek oek oek oek oek oek oek
48.
NARATOR
Akhirnya bayi yang ditunggu-tunggu oleh Kurti dan Bowo pun lahir. Namun mereka berdua bersedih ketika mbok Inem memberi tahu bila bayi yang baru dilahirkan oleh Kurti itu sama persis seperi Murni anak pertamanya.
49.
MBOK INEM
Ini le anakmu cantik seperti Ibunya. Tapi kamu harus bersyukur le bila ia lahir seperti Murni anak pertamamu yaitu dengan tangan sebelah kanan dan kaki sebelah kiri tidak tumbuh secara sempurna.
50.
BOWO
Iya mbok aku tetap bersyukur. Biarpun begini ia tetap wujud dari doa-doaku selama ini mbok. Biarpun aku ini orang susah, sungguh anakku ini semoga selalu mempermudahkan rekejiku mbok. Aku tak pernah menyesali doa-doaku. Aku juga tak pernah menyalahkan Tuhan. Bagiku anak ini dan juga istriku merupakan pintu untukku bertamu pada tuhan. Tak ada doa yang salah mbok aku tetap bersyukur.
 51.
MBOK INEM
Bagus kalau begitu le, semoga kamu dan istrimu tetap diberi kesabaran.
52.
BOWO
Iya mbok sebagai wujud syukurku aku namakan ia Bening. Sebening doa-doaku pada tuhan yang maha mengabulkan.

Sabtu, 22 April 2017

(Drama Radio) Geger bumi UPGRIS Kesumo

Geger Bumi UPGRIS Kesumo
Oleh : Singgih aji prasetyo

1
NARATOR
Tiga orang abdi dalem itu lari tunggang langgang karena melihat salah satu Gusti Pangerannya dikejar-kejar oleh pasukan kerajaan Hiri Raya.
2
KENCUR
Pokoknya kita harus lapor!
3
BLEGOK
Mau lapor pada siapa? Kerajaan kita kan masih berkabung kita belum punya Raja yang resmi untuk memimpin di kerajaan UPGRIS Kesumo ini.
4
PENGIL
Kita lapor Gusti Pangeran Lazuardi saja. Dia kan Pangeran paling tua dia berhak untuk melindungi adik-adiknya.
5
KENCUR
Emangnya kamu betani ngil?
6
PENGIL
Halah la wong sama Gusti Pangeran Lazuardi saja ngak berani. Sudah kalian yang tenang nanti aku yang ngomong.
7
BLEGOK
Ya sudah kalau begitu jangan buang-buang waktu. Ayo segera kita laporkan pada Gusti Pangeran.
8
NARATOR
Sambil terengah-engah mereka bertiga pun melaporkan kejadian yang baru dilihatnya pada Gusti Pangeran Lazuardi.
9
LAZUARDI
Hem ada apa ini? mengganggu tidur siangku saja kalian.
10
PENGIL
Anu Gusti, itu emm, emm, anu Gusti.
11
KENCUR
Halah katanya berani, ngomong kepada Gusti Pangeran itu harus menggunakan bahasa yang konverhensif. Supaya berita yang kita sampaikan itu dapat diterima dengan baik. Lah ini kamu malah ona anu ona anu ngil pengil.
12
LAZUARDI
Ada apa emangnya Kencur?
13
KENCUR
Em, itu Gusti anu, anu, anu kulo Gusti.
14
BLEGOK
He alah ladalah, ternyata ya sama saja. Itu mohon maaf Gusti tadi kami bertiga melihat Gusti pangeran Singgih lari dikejar-kejar oleh pasukan kerajaan Hiri Raya karena telah membawa lari kanjeng Ayu putri Sudaryanti Gusti.
15
LAZUARDI
Apa kurang ajar, berani-beraninya mereka mengganggu adikku. Awas akan aku hancur leburkan kerajaan Hiri Raya. Singgih tunggu kakang Singgih.
16
NARATOR
Gusti pangeran Lazuardi beserta pangeran-pangeran yang lain pun berhasil meluluh lantahkan kerajaan Hiri Raya. Namun  setelah ke empat pangeran yang lain melihat kecantikan dari Kanjeng Ayu Putri Sudaryanti mereka malah jatuh cinta kepadanya hingga geger lah bumi UPGRIS Kesumo.
17
LAZUARDI
Hemm Singgih ternyata ini wanita yang kamu puja-puja kenapa kamu tidak bilang kepada kakang. Lah wong cantiknya seperti ini. Ndok cah ayu siapa namamu?.
18
SUDARYANTI
Nama saya Kanjeng Ayu putri Sudaryanti Gusti Pangeran Lazuardi.
19
LAZUARDI
Apa kamu benar-benar cinta kepada adikku Gusti Pangeran Singhih cah ayu?.
20
SUDARYANTI
Iya kakang Gusti Pangeran Lazuardi, saya cinta banget Sama mas Gusti Pangeran Singgih.
21
LAZUARDI
Saya beri tahu kamu ya cah ayu. Kamu itu tidak pantas sama Adikku Pangeran Singgih. Kamu  lebih pantas dan cocok sama aku sebab aku lah Pangeran yang paling tua di kerajaan UPGRIS Kesumo ini. Akulah yang akan menggantikan ayah handa sebagai Raja.
22
ISKAN
Tidak bisa begitu kakang Lazuardi. Akulah yang jadi panglima dalam peperangan ini. Akulah yang sudah meluluh lantahkan bumi Hiri Raya. Oleh sebab itu dengan kekuatanku ini aku lah yang lebih layak menjadi pendamping Kanjeng Ayu putri Sudaryanti.
23
GINI
Mohon maaf kakang-kakangku Gusti Pangeran UPGRIS Kesumo yang saya hotmati. Kalian semua ini kan sudah cukup umur. Itu artinya kalian sudah seharusnya memberikan kesempatan pada generasi-generasi muda seperti saya dan kakang Gono untuk melanjutkan tahta dari kerajaan UPGRIS Kesumo ini. Seharusnya aku lah yang lebih pantas dengan Kanjeng Ayu putri Sudaryanti.
24
GONO
Meniko leres kakang. Apa yang disampaikan kaleh adik kulo Gini memang sangat benar. Sudah saatnya kita sebagai generasi muda mengemban amanat yang mulia ini. Tapi Gini kamu seharusnya kamu juga mengalah sama kakang sebab kakang lebih tua dari pada kamu.
25
SINGGIH
Tidak bisa, keluaraga macam apa kalian ini. Beliau Kanjeng Ayu putri Sudaryanti adalah kekasihku.
26
SUDARYANTI
Benar Gusti pangeran UPGRIS Kesumo yang saya hormati. Saya Cuma cinta sama Mas Gusti Pangeran Singgih.
27
LAZUARDI
Tidak bisa cah ayu kamu harus jadi istriku.
28
ISKAN
Tidak bisa kakang Kanjeng Ayu putri Sudaryanti adalah calon istriku
29
GONO & GINI
Tidak kakang, dia milikku
30
SINGGIH
Tidak bisa, Kanjeng Ayu putri Sudaryanti tetap milikku. Kalau kalian semua masih begini lebih baik kita perang saudara. Siapa yang kuat dia yang berhak.
31
NARATOR
Di tengah keadaan yang kian memanas datang lah seoarang kakek tua penasihat agama yang biasa dipanggil kiai dari kerajaan UPGRIS Kesumo.
32
KAKEK
Le anak-anakku Gusti Pangeran UPGRIS Kesumo yang saya cintai. Kalain semua adalah putra-putra mahkota kerajaan ini tidak selayaknya kalian bertengkar hanya karena satu wanita saja. Memang, memang le wanita layak kamu junjung dan tinggikan derajadnya tapi sangat tidak layak untuk kamu jadikan ajang perang saudara.
33
LAZUARDI
Iya saya tahu itu Kiai.
34
KAKEK
Le anakku Lazuardi. Kamu sebagai Pangeran yang paling tua sudah sepantasnya bisa menjadi contoh yang baik bagi adik-adikmu. Membimbing yang muda dan menghormati keberadaanya.
36
LAZUARDI
Baik Abah kiai saya paham akan hal itu.
37
KAKEK
Le anakku Iskan. Kamu ini kan sudah punya istri lebih dari sepuluh. Memang sifat dasar dari manusia tak pernah merasa cukup. Sudah punya sepuluh masih ingin punya lagi. Sudah saatnya kamu menahan hawa dan napsumu le.
38
ISKAN
Baik Abah yai, sendiko dawoh.
39
KAKEK
Le anakku Gono dan Gini. Salah satu sifat dari anak muda memang mempunyai semangat yang menggebu-gebu. Kobaran kemudaanmu begitu besar le denga kelebihan itu seharuskan kamu tahu mana yang baik dan buruk untuk dilakukan. Seharuanya kamu menghormati kakang-kakangmu yang lebih tua le.
40
GONO &GINI
Baik Abah yai, kami yang masih muda meminta maaf akan hal itu yai.
41
KAKEK
Le anakku Singgih semua kejadian ini tadi adalah karena kedalaman cintamu pada Raden ayu Sudaryanti. Kamu sudah membuat geger bumi UPGRIS Kesumo dan meluluh lantahkan Hiri Raya. Oleh sebab itu le amanat besar aku sampaikan kepadamu untuk menjaga kedamaian kerajaan kita ini.
42
SINGGIH
Baik Abah yai. Amanat itu akan aku laksanakan dengan sebaik-baiknya.
43
NARATOR
Begitulah akhirnya para pangeran itu pun sadar akan kesalahannya masing-masing. Kini kerajaan itu pun makmur dipimpin oleh Gusti Pangeran Lazuardi dan Gusti pangeran Singgih pun hidup bahagia dengan istrinya Kanjeng Ayu putri Sudaryanti.

Kamis, 23 Februari 2017

(Esai) Sosial Media dan Citra seorang Guru

Sosial Media dan Citra seorang Guru

   Masa kecil dengan segala penghidupanya memang sesalu memberikan sisi yang menarik untuk dijadikan cerita atau pun sekadar sebagai bayang angan-angan dalam kehidupan pendewasaan. Masa lalu yang begitu polos Dan lugunya, dimana hari demi hari hanya berisi macam-macam permainan. Bergaya layaknya Bapak Polisi Yang gagah berani, yang sedang mengerjar maling keliling desa. Mengumpulkan kaleng plastik kosong, lalu diselipkan antara ban sepeda dan besi pengaitnya. Berputar-putar bak anak Racing. Berkelahi sendiri dengan robot, bermesraan dengan boneka panda. Atau entah dengan pelbagai imajinasi lain yang melebihi doraemon mungkin.

   Begitulah narasi yang mungkin sedikit banyak dapat menggambarkan kehidupan anak-anak. Tak jauh berbeda dengan kisah kehidupanku sendiri sewaktu kecil. Apalagi sebagai anak yang sejak kecil tidak dekat oleh orang tuanya sendiri, ya Bapak berpulang saat usiaku masih dua tahun dan Ibu sejak saat itu bak pahlawan berjuang demi kehidupan di negeri sebrang. Tentunya dengan demikian hari-hari kecilku penuh dengan imajinasi tanpa pengawasan orang tua yang aku kasihi. Seorang anak kecil yang tumbuh diasuh oleh kakek dan nenek yang sudah tidak lagi muda tentunya sangat berpengaruh juga dalam kepribadianku. Nakal, membangkang, susah diatur seolah sudah melekat sebagai Citra anak yang dititipkan pada kakek dan nenek. Hal ini juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada orang tua. Susahnya akses untuk berkomunikasi menjadi salah satu kendala bagi orang tua untuk memantau anaknya. Bahkan dulu saat Ibu ingin mendengar kabarku saja. aku harus mengantri di Wartel (Baca : warung yang menyediakan jasa komunikasi lewat telepon) dan itu juga uang yang dikirimkan Ibu sebagai biaya hidup satu Bulan habis untuk berbicara hanya sekitar 15-20 menit.

   Meskipun masa kecil begitu nakal dan sulit diaturnya aku masih memiliki imajinasi yang tinggi dan Alhamdulillah cenderung positif. Seperti halnya anak-anak lain. Saat diintrogasi gurunya perihal cita-cita aku masih memiliki angan-angan yang kuat untuk menjadi seorang guru. Memang kelihatanya tidak masuk akal. Anak yang setiap hari datang terlambat ke sekolahan, anak yang saban harinya tidak pernah memasukkan baju, anak yang pakai topi pramuka saat upacara hari senin. sekarang bercita-cita menjadi seorang guru. "Tidak sadar diri" mungkin itu yang ada dalam pikiran guru-guru saya dulu.

   Namun nampaknya imajinasi masa kecilku itu tidak hanya menjadi angan-angan yang selaku aku impikan saja. Pendewasaan sikap di masa MA dan juga banyaknya bimbingan-bimbingan keagamaan membuat jalan atau kisah hidupku berangsur berubah. Kedekatan dengan guru-guru semakin memantapkan cita-citaku untuk mencintai profesi itu. Hal lain yang ingin aku buktikan pada keyakinan dan kepercayaan hatiku juga dengan semakin mantapnya aku menempuh pendidikan keguruan. Menjadi seorang guru tentunya memiliki beban yang sangat berat. Selain dituntut untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal paling utama peranan seorang guru yaitu membentuk kepribadian dan akhlak yang baik bagi siswanya. Seorang guru harus bisa menyelesaikan masalah yang sedang dialami oleh anak didiknya. Semisal saat salah seorang siswa sedang berselisis paham dengan siswa yang lainya seorang guru harus bisa menjadi hakim yang seadil-adilnya bagi mereka. Atau saat siswanya sedang asik pada dunia sehingga jauh pada tuhanya, disana seorang guru harus dapat menggantikan peranan pemuka agama dengan begitu bijak.

   Namun akhir-akhir ini karakter seorang guru yang seperti ini jarang kita dapati. Entah karena modernisasi atau perkembangan zaman yang begitu pesatnya hingga kepribadian luhur seorang guru perlahan-lahan hilang. Contoh saja dalam perkembangan Iptek. Memang sebagai seorang pengajar/pendidik guru harus melek Iptek. Perkembangan teknologi semestinya dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar seperti penggunaan Laptop sebagai media penyampaian materi. Namun agaknya tidak sedikit juga guru yang menyalah gunakan perkembangan teknologi ini. Batang tentu seperti yang kita lihat dalam sosial media. Banyak sekali guru yang mengunakan sosial media. Seperti Facebook, instagram, BBM dan lain sebagainya. Tak salah memang bila itu bertujuan untuk mendidik atau mengawasi siswanya lewat sosial media, akan tetapi akan menjadi hal yang tidak wajar apabila sosial media itu sendiri malah digunakan guru seperti yang digunakan siswanya sendiri. Seperti guru yang menulis status-status yang kurang baik. Mengunggah foto dengan kata-kata yang kurang mendidik seperti, senyum tipis-tipis, lagi galau, muka jelek. Atau masih banyak yang lain. Tentunya hal ini bukan menjadi hal yang baik bagi guru tetapi malah bisa memperburuk Citra guru itu sendiri. Alangkah baiknya jika sosial media kita gunakan sebagai wadah untuk dalaing menginspirasi dan memotivasi, memperbaiki Citra dan menjaga pribadi luhur seorang guru. Seperti halnya anak kecil yang bercita-cita menjadi seorang guru tadi. Guru juga harus mempunyanyi cita-cita untuk menjadi anak kecil dengan ketidakmungkinan yang ingin ia semogakan. Bismillah.

Oleh Singgih aji prasetyo. Mahasiswa fakultas pendidikan Bahasa dan Seni. Universitas PGRI Semarang.

Kamis, 16 Februari 2017

(Puisi)


Naik kereta Babi

Naik kereta babi... Tut... Tut... Tut
Siapa muka curut
Perut menggembung... Berbadan dua
Janjinya manis bagai gula
Ayo temanku para elit politik
Habiskan semua kita bergembira

Cepat jalankan babiku... Tut... Tut... Tut
Banyak penumpang gendut
Kandangku sudah sesak
Karena anggota terlalu banyak
Di sinilah istana kita
Tempat para penguasa

Senin, 26 Desember 2016

(Esai)



Wacana menanti museum batik lasem



Lasem kota sejarah yang terlupakan


Wacana yang ditulisawiwiyonocukupmenarikperhatian.Rencanapembangunansebuah museum batik di kotalaseminimemanglahsangatdibutuhkan, karenalasemmemangsatu-satunyakotakecamatan di kabupatenrembang yang terkenaldengan batik pesisirnya. Kalaukitamelihatagakkebaratsedikitmenengok di kotatetanggapati. Pemerintah di sanasudahlebihmajudalampelestarianbatiknya. Sepertikitabisamelihat museum batik bakaran yang dikenaldenganistilah batik pesisirdanjugapelestarian batik bumi mina taninya yang sudahmenjadiikonbagikotapati. Jadimemangtidakterlalubelebihanapabilapemerintahkotarembangmenggelontorkandanahingga 2 Milliaruntukpembangunan museum batik ini. Selainsebagaipelestariancagarbudayapembangunaninijugadiharapkanmampuuntukmenarikwisatawanbaikitulokal, nasional, maupuninternasional.Kalaukitamaumenengokpadasejarahkota yang amattuainimungkintidakakanpernahadahabisnya. Lasemmerupakankotatua yang mungkinbisadikatakandilupakanakansejarahnya. Tentunyakitasemua tau bahwalasemdulunyamempunyaikerajaan yang sangatbesar, pelabuhanterbesar di tanahjawasetelahpelabuhantanjungemassemarang. Namunparagenerasimudasaatinitidakada yang mengetahuiitusemuabahkanmenurutpenelitianmakandari raja kerajaanlasemdulusudahmenyatudalampemakamandesasetempat, bahkanmakamnyabisa di katakansangattidakterawatkarenaditumbuhirerumputan yang panjang. Selainitujugapelabuhannya yang sudahtidakadalagi.Sekarangpelabuhanituhanyalahjadideretanrumah-rumahpenduduk.Tentunyahalinibisamenghilangkansejarahkota. Sayatahutentunyainitidakhanyakewajibanpemerindahdaerahsajauntukmenjaganya.Namunjugadiperlukankewajibandanjugakesadarandarimasyarakat. Nah di siniapa yang di lakukanolehpemerintahkotarembanguntukmembangun museum batik lasemmerupakankebijakan yang sangatbaik. Denganhalitudiharapkansejarahkotalasemtidaklagiterlupakan.
Wilayah kotalasem yang sangatstrategisyaituberada di pesisirutaralautjawadandilintasiolehjalurpantura (pantaiutara) mungkinmenjadikeunggulantersendiri. Karenaselainmudahuntukdijangkaujalurlintaslasemjugamempunyaipemandanganpantai yang sangatindah.Pantai-pantai di kotarembangmemangsudahtidakdiragukanlagikeindahanya. Batik lasem yang dikenaljuga batik pesisirmungkinbisajugadikolaborasikandengakeindahanpantaidalambentukcorak-corak yang lebih modern yang biasanyadisukaidikalanganremaja.Tentunyainimerupakanstrategi yang sangatbagus yang langsungmengarahkegenerasimudasebagaisasaranpelestarianbudaya, semogaapa yang dicanangkanpemerintahkotarembangdanpemerindahdaerahlaseminibisaterealisasikandenganbaikdanbisauntukmengangkatkembalisejarahkota.



*OlehSinggihajiprasetyomahasiswafakultaspendidikanbahasadanseniUniversitas PGRI Semarang

(Esai)



Menyimak kembali isi Sumpah Pemuda


                Dalamperjalananyasejarahmerekambahwa Negara Indonesia inimembutuhkanpengorbanan yang sangatbesardalamupayanyameraihkemerdekaandankedamaian.Seperti yang kitasemuaketahui Indonesia dijajaholehbangsa lain lebihdari 3,5abadlamanya. Merekasemuadatangdenganembel-embelperdagangandankerjasamadengan Indonesia.Namundalamkerjasamatersebut Indonesia samasekalitidakmendapatkankeuntungan.
                Apakahmasyarakatdahulutidakpernahmelawan?.Tentusajapernahnamunperlawanan-perlawanandarimasyarakatinimasihbersifatberkelompokjadiparapenjajahmudahuntukmemecahbelahpersatuandarimasyarakat yang inginmenentangkebijkanmereka.
                Ironisnyapenjajahan yang dilakukanolehbangsaasinginimasihterjadipadaawal-awalkemerdekaan Indonesia.Merekamasihmenggunakanpolitikadudombauntukmemecahpersatuanbangsa Indonesia yang barusajadidirikan.Selainitumerekajugainginmengujikekuatandaribangsa Indonesia.
                Usaha daripenjajahlangsungmendapatkanrespon yang sangatcepatdarirakyat Indonesia, terutamadarigolonganparapemuda.Inidibuktikandenganbanyaknyapemuda yang mendaftarmenjadi TKR (tentarakeamananrakyat) yang tujuanyauntukmenjagadanmelindungi Negara KesatuanRepublik Indonesia.
                Selainitu, golonganpemudainijugamenyadaridenganbetulbahwarepublik Indonesia inimerupakan Negara yang beragamayaituterdiridariberbagaimacam agama.Dengademikianmerekameperlukansuatujanjiatau pun sumpah yang tujuanyauntukmenyatukanbangsa yang terdiridariberbagaimacam agama ini, terutamauntukmenyatukanparapemudanya.
                Hinggapadatanggal 28 Oktober 1945 tercetuslahsumpahpemudauntukmenyatukanparapemuda Indonesia dalamsatutujuan, yang isinya “Soempahpemoeda, kami poetradanpoetri Indonesia, mengakoebertoempahdarahjangsatoe, tanah Indonesia. Kami poetradan poetry Indonesia mengakoeberbangsajangsatoe, bangsa Indonesia. Kami poetradan poetry Indonesia mendjoenjoengbahasapersatoean, bahasa Indonesia.
                Namundalamperjalananya, pemudasaatiniseolahlupaakansejarahbangsanyasendiri. Setelahparapemudapejuangbangsadulususahpayahmenyatukanbangadanmenjagakedamaian. Pemudasekarangmalahkeraskepalamembenarkankelompoknyasendiritanpamaumenghargaidanmenjagatalipersaudaraandengankelompok yang lain. Malah yang parahlagimerekatidaklagimenghargaijasaparapejuangterdahulu.
                Sebagaicontohsayamenemukanpostingandarisalahseorangteman yang adahubunganyadengansumpahpemuda.Dalam posting tersebutiamengatakan “SumpahPemuda II. Kami putradanputri Indonesia mengaku, beraqidahsatu, aqidahislam. Bertujuansatu, menghapussekurelisme-kapitalismedarimukabumi.Bermisisatu, membebaskanmanusiadarimenyembah sesame manusiamenjadimenyembah PENCIPTA MANUSIA” .
                Barangtentutujuandarimerekamenulishaltersebutadalahmengacupadakebaikan. Akan tetapidenganmembawaembel-embeldarisumpahpemudatentunyadengantidakdisadariakanmenimbulkanperdebatanataubahkanpertikaianantarpemudanegeriini. Benarmuslimmerupakanmasyarakatmayoritas di Indonesia, namunapakahkitaseolah-olahmenjadipenguasadengantidakmenghargaiperasaansaudara-saudarakita yang non muslim. Tentunyainimerupakandakwah yang kurangcerdasbagikita, danalangkahbaiknyakitauntukintroprksidirilagi.
                Permasalahan-permasalahaninitentunyamembutuhkantanggapandarimasyarakatdanpemerintah.Mungkinhaliniterjadikarenakurangnyapendidikankarakter yang mengacupadasejarahdannasionalismebangsa.Dengan di berikanyadoktrin-doktrintentangnasionalismemungkinkitaakanlebihmenghargaisatusama lain danlebihmenyadarilagipentinyauntukmenjagakedamaianantarpemuda.
                Pendidikankenegaraan yang dikemasdalamlingkupkeagamaanjugadapatmenjadisenjatajitudalammenjagapersatuandankedamaiannekarakesatuan republic Indonesia.

 

MenyimakkembaliisiSumpahPemuda, oleh :SinggihajiprasetyomahasiswaFPBS Universitas PGRI Semarang.

(Esai)



Kehidupan seni kampus


Seperti yang kitaketahuikampusmerupakaninstitutataulembagapenyelenggarapendidikan.Kampus yang notabenyaadalahlembagapendidikantinggitentunyamempunyaiperancentraldalamperkembanganpendidikandansegalasesuatu yang mencakupmengenaikualitaspendidikan.Dalamperjalananyakampusmenjadiandalandaripemerintahuntukmenanamkanwatak/karakterbangsa.Melauilembagapendidikantinggipemerintahjugabisamengontrolperkembanganpendidikan Negara.Mengapabisabegitu?Yaa, seperti yang kitalihatbahwasanyakampuslahsatu-satunyalembaga yang mempunyaijaminanmutu.Denganadanyaitulahkitabisamewujudkancita-citabangsayaitumemajukankesejahteraanumum, mencerdaskankehidupanbangsa, melaksanakanketertibandunia yang berdasarkankemerdekaan, perdamaian, dankeadilansosial yang tercantumdalampembukaan UUD 1945.
Universitas PGRI Semarang sebagaisatu-satunyaperguruantinggi di jawatengah yang ditunjuklangsungolehpemerintahpusatuntukmenanamkanpendidikankarakterpadasetiapmahasiswanya, tentunyamempunyaicaratersendiridalammenjalankanamanattersebut. Salah satunyayaitudenganmenghidupkansenikampus.Berbagaikesenian-kesenian yang di tanamkan di kampustentunyamenghasilkankarakterseperti yang diharapkan.Selamainisenimemangsudahbegitubanyakdalammembimbingparamahasiswauntukmenemukanjatidirinya.Banyaknyakegiatan-kegiatanseniseperti yang kemarinbaruditampilkanolehteatergemakampus UPGRIS yang mengambiltemajakatarubdanjugapagelaran monolog baladasumarah.inimenjadibuktijatidiri yang ditunjukkanolehparamahasiswa.Denganitu pula tentunyaparadosentahubahwakarakterdarimahasiswanyamulaitumbuhmelaluiseni.Selainmenjadikebanggaandaripemainseniitusendiritentunyainijugamerupakankebanggaandarikampuskarenasenimerekalahyang mewakilijawatengahpadaporsemina di kendarinanti.Hidupnyasenisuatukampusjugamenjadiintregritas yang perludiperhitungkanbagipesaing-pesaingkampus yang lain. Karenasenisekarangmenjadirujukanatau pun pandangansemuakalangan, baikitumahasiswa, masyarakat, maupunpemerintah.
Semogakitasemuabisamenemukanjatidirikitalewatkehidupansenikampus.Dan jugasemogakampusselalumendapatkepercayaanuntukmenghidupkanseni.


KehidupanSeniKampus, olehSinggihAjiPrasetyomahasiswaFakultasPendidikanBahasadanSeniUniversitas PGRI Semarang.