Geger Bumi UPGRIS Kesumo
Oleh : Singgih aji prasetyo
1
NARATOR
Tiga orang abdi dalem itu lari tunggang langgang karena melihat salah satu Gusti Pangerannya dikejar-kejar oleh pasukan kerajaan Hiri Raya.
2
KENCUR
Pokoknya kita harus lapor!
3
BLEGOK
Mau lapor pada siapa? Kerajaan kita kan masih berkabung kita belum punya Raja yang resmi untuk memimpin di kerajaan UPGRIS Kesumo ini.
4
PENGIL
Kita lapor Gusti Pangeran Lazuardi saja. Dia kan Pangeran paling tua dia berhak untuk melindungi adik-adiknya.
5
KENCUR
Emangnya kamu betani ngil?
6
PENGIL
Halah la wong sama Gusti Pangeran Lazuardi saja ngak berani. Sudah kalian yang tenang nanti aku yang ngomong.
7
BLEGOK
Ya sudah kalau begitu jangan buang-buang waktu. Ayo segera kita laporkan pada Gusti Pangeran.
8
NARATOR
Sambil terengah-engah mereka bertiga pun melaporkan kejadian yang baru dilihatnya pada Gusti Pangeran Lazuardi.
9
LAZUARDI
Hem ada apa ini? mengganggu tidur siangku saja kalian.
10
PENGIL
Anu Gusti, itu emm, emm, anu Gusti.
11
KENCUR
Halah katanya berani, ngomong kepada Gusti Pangeran itu harus menggunakan bahasa yang konverhensif. Supaya berita yang kita sampaikan itu dapat diterima dengan baik. Lah ini kamu malah ona anu ona anu ngil pengil.
12
LAZUARDI
Ada apa emangnya Kencur?
13
KENCUR
Em, itu Gusti anu, anu, anu kulo Gusti.
14
BLEGOK
He alah ladalah, ternyata ya sama saja. Itu mohon maaf Gusti tadi kami bertiga melihat Gusti pangeran Singgih lari dikejar-kejar oleh pasukan kerajaan Hiri Raya karena telah membawa lari kanjeng Ayu putri Sudaryanti Gusti.
15
LAZUARDI
Apa kurang ajar, berani-beraninya mereka mengganggu adikku. Awas akan aku hancur leburkan kerajaan Hiri Raya. Singgih tunggu kakang Singgih.
16
NARATOR
Gusti pangeran Lazuardi beserta pangeran-pangeran yang lain pun berhasil meluluh lantahkan kerajaan Hiri Raya. Namun setelah ke empat pangeran yang lain melihat kecantikan dari Kanjeng Ayu Putri Sudaryanti mereka malah jatuh cinta kepadanya hingga geger lah bumi UPGRIS Kesumo.
17
LAZUARDI
Hemm Singgih ternyata ini wanita yang kamu puja-puja kenapa kamu tidak bilang kepada kakang. Lah wong cantiknya seperti ini. Ndok cah ayu siapa namamu?.
18
SUDARYANTI
Nama saya Kanjeng Ayu putri Sudaryanti Gusti Pangeran Lazuardi.
19
LAZUARDI
Apa kamu benar-benar cinta kepada adikku Gusti Pangeran Singhih cah ayu?.
20
SUDARYANTI
Iya kakang Gusti Pangeran Lazuardi, saya cinta banget Sama mas Gusti Pangeran Singgih.
21
LAZUARDI
Saya beri tahu kamu ya cah ayu. Kamu itu tidak pantas sama Adikku Pangeran Singgih. Kamu lebih pantas dan cocok sama aku sebab aku lah Pangeran yang paling tua di kerajaan UPGRIS Kesumo ini. Akulah yang akan menggantikan ayah handa sebagai Raja.
22
ISKAN
Tidak bisa begitu kakang Lazuardi. Akulah yang jadi panglima dalam peperangan ini. Akulah yang sudah meluluh lantahkan bumi Hiri Raya. Oleh sebab itu dengan kekuatanku ini aku lah yang lebih layak menjadi pendamping Kanjeng Ayu putri Sudaryanti.
23
GINI
Mohon maaf kakang-kakangku Gusti Pangeran UPGRIS Kesumo yang saya hotmati. Kalian semua ini kan sudah cukup umur. Itu artinya kalian sudah seharusnya memberikan kesempatan pada generasi-generasi muda seperti saya dan kakang Gono untuk melanjutkan tahta dari kerajaan UPGRIS Kesumo ini. Seharusnya aku lah yang lebih pantas dengan Kanjeng Ayu putri Sudaryanti.
24
GONO
Meniko leres kakang. Apa yang disampaikan kaleh adik kulo Gini memang sangat benar. Sudah saatnya kita sebagai generasi muda mengemban amanat yang mulia ini. Tapi Gini kamu seharusnya kamu juga mengalah sama kakang sebab kakang lebih tua dari pada kamu.
25
SINGGIH
Tidak bisa, keluaraga macam apa kalian ini. Beliau Kanjeng Ayu putri Sudaryanti adalah kekasihku.
26
SUDARYANTI
Benar Gusti pangeran UPGRIS Kesumo yang saya hormati. Saya Cuma cinta sama Mas Gusti Pangeran Singgih.
27
LAZUARDI
Tidak bisa cah ayu kamu harus jadi istriku.
28
ISKAN
Tidak bisa kakang Kanjeng Ayu putri Sudaryanti adalah calon istriku
29
GONO & GINI
Tidak kakang, dia milikku
30
SINGGIH
Tidak bisa, Kanjeng Ayu putri Sudaryanti tetap milikku. Kalau kalian semua masih begini lebih baik kita perang saudara. Siapa yang kuat dia yang berhak.
31
NARATOR
Di tengah keadaan yang kian memanas datang lah seoarang kakek tua penasihat agama yang biasa dipanggil kiai dari kerajaan UPGRIS Kesumo.
32
KAKEK
Le anak-anakku Gusti Pangeran UPGRIS Kesumo yang saya cintai. Kalain semua adalah putra-putra mahkota kerajaan ini tidak selayaknya kalian bertengkar hanya karena satu wanita saja. Memang, memang le wanita layak kamu junjung dan tinggikan derajadnya tapi sangat tidak layak untuk kamu jadikan ajang perang saudara.
33
LAZUARDI
Iya saya tahu itu Kiai.
34
KAKEK
Le anakku Lazuardi. Kamu sebagai Pangeran yang paling tua sudah sepantasnya bisa menjadi contoh yang baik bagi adik-adikmu. Membimbing yang muda dan menghormati keberadaanya.
36
LAZUARDI
Baik Abah kiai saya paham akan hal itu.
37
KAKEK
Le anakku Iskan. Kamu ini kan sudah punya istri lebih dari sepuluh. Memang sifat dasar dari manusia tak pernah merasa cukup. Sudah punya sepuluh masih ingin punya lagi. Sudah saatnya kamu menahan hawa dan napsumu le.
38
ISKAN
Baik Abah yai, sendiko dawoh.
39
KAKEK
Le anakku Gono dan Gini. Salah satu sifat dari anak muda memang mempunyai semangat yang menggebu-gebu. Kobaran kemudaanmu begitu besar le denga kelebihan itu seharuskan kamu tahu mana yang baik dan buruk untuk dilakukan. Seharuanya kamu menghormati kakang-kakangmu yang lebih tua le.
40
GONO &GINI
Baik Abah yai, kami yang masih muda meminta maaf akan hal itu yai.
41
KAKEK
Le anakku Singgih semua kejadian ini tadi adalah karena kedalaman cintamu pada Raden ayu Sudaryanti. Kamu sudah membuat geger bumi UPGRIS Kesumo dan meluluh lantahkan Hiri Raya. Oleh sebab itu le amanat besar aku sampaikan kepadamu untuk menjaga kedamaian kerajaan kita ini.
42
SINGGIH
Baik Abah yai. Amanat itu akan aku laksanakan dengan sebaik-baiknya.
43
NARATOR
Begitulah akhirnya para pangeran itu pun sadar akan kesalahannya masing-masing. Kini kerajaan itu pun makmur dipimpin oleh Gusti Pangeran Lazuardi dan Gusti pangeran Singgih pun hidup bahagia dengan istrinya Kanjeng Ayu putri Sudaryanti.
Sabtu, 22 April 2017
Kamis, 23 Februari 2017
(Esai) Sosial Media dan Citra seorang Guru
Sosial Media dan Citra seorang Guru
Masa kecil dengan segala penghidupanya memang sesalu memberikan sisi yang menarik untuk dijadikan cerita atau pun sekadar sebagai bayang angan-angan dalam kehidupan pendewasaan. Masa lalu yang begitu polos Dan lugunya, dimana hari demi hari hanya berisi macam-macam permainan. Bergaya layaknya Bapak Polisi Yang gagah berani, yang sedang mengerjar maling keliling desa. Mengumpulkan kaleng plastik kosong, lalu diselipkan antara ban sepeda dan besi pengaitnya. Berputar-putar bak anak Racing. Berkelahi sendiri dengan robot, bermesraan dengan boneka panda. Atau entah dengan pelbagai imajinasi lain yang melebihi doraemon mungkin.
Begitulah narasi yang mungkin sedikit banyak dapat menggambarkan kehidupan anak-anak. Tak jauh berbeda dengan kisah kehidupanku sendiri sewaktu kecil. Apalagi sebagai anak yang sejak kecil tidak dekat oleh orang tuanya sendiri, ya Bapak berpulang saat usiaku masih dua tahun dan Ibu sejak saat itu bak pahlawan berjuang demi kehidupan di negeri sebrang. Tentunya dengan demikian hari-hari kecilku penuh dengan imajinasi tanpa pengawasan orang tua yang aku kasihi. Seorang anak kecil yang tumbuh diasuh oleh kakek dan nenek yang sudah tidak lagi muda tentunya sangat berpengaruh juga dalam kepribadianku. Nakal, membangkang, susah diatur seolah sudah melekat sebagai Citra anak yang dititipkan pada kakek dan nenek. Hal ini juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada orang tua. Susahnya akses untuk berkomunikasi menjadi salah satu kendala bagi orang tua untuk memantau anaknya. Bahkan dulu saat Ibu ingin mendengar kabarku saja. aku harus mengantri di Wartel (Baca : warung yang menyediakan jasa komunikasi lewat telepon) dan itu juga uang yang dikirimkan Ibu sebagai biaya hidup satu Bulan habis untuk berbicara hanya sekitar 15-20 menit.
Meskipun masa kecil begitu nakal dan sulit diaturnya aku masih memiliki imajinasi yang tinggi dan Alhamdulillah cenderung positif. Seperti halnya anak-anak lain. Saat diintrogasi gurunya perihal cita-cita aku masih memiliki angan-angan yang kuat untuk menjadi seorang guru. Memang kelihatanya tidak masuk akal. Anak yang setiap hari datang terlambat ke sekolahan, anak yang saban harinya tidak pernah memasukkan baju, anak yang pakai topi pramuka saat upacara hari senin. sekarang bercita-cita menjadi seorang guru. "Tidak sadar diri" mungkin itu yang ada dalam pikiran guru-guru saya dulu.
Namun nampaknya imajinasi masa kecilku itu tidak hanya menjadi angan-angan yang selaku aku impikan saja. Pendewasaan sikap di masa MA dan juga banyaknya bimbingan-bimbingan keagamaan membuat jalan atau kisah hidupku berangsur berubah. Kedekatan dengan guru-guru semakin memantapkan cita-citaku untuk mencintai profesi itu. Hal lain yang ingin aku buktikan pada keyakinan dan kepercayaan hatiku juga dengan semakin mantapnya aku menempuh pendidikan keguruan. Menjadi seorang guru tentunya memiliki beban yang sangat berat. Selain dituntut untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal paling utama peranan seorang guru yaitu membentuk kepribadian dan akhlak yang baik bagi siswanya. Seorang guru harus bisa menyelesaikan masalah yang sedang dialami oleh anak didiknya. Semisal saat salah seorang siswa sedang berselisis paham dengan siswa yang lainya seorang guru harus bisa menjadi hakim yang seadil-adilnya bagi mereka. Atau saat siswanya sedang asik pada dunia sehingga jauh pada tuhanya, disana seorang guru harus dapat menggantikan peranan pemuka agama dengan begitu bijak.
Namun akhir-akhir ini karakter seorang guru yang seperti ini jarang kita dapati. Entah karena modernisasi atau perkembangan zaman yang begitu pesatnya hingga kepribadian luhur seorang guru perlahan-lahan hilang. Contoh saja dalam perkembangan Iptek. Memang sebagai seorang pengajar/pendidik guru harus melek Iptek. Perkembangan teknologi semestinya dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar seperti penggunaan Laptop sebagai media penyampaian materi. Namun agaknya tidak sedikit juga guru yang menyalah gunakan perkembangan teknologi ini. Batang tentu seperti yang kita lihat dalam sosial media. Banyak sekali guru yang mengunakan sosial media. Seperti Facebook, instagram, BBM dan lain sebagainya. Tak salah memang bila itu bertujuan untuk mendidik atau mengawasi siswanya lewat sosial media, akan tetapi akan menjadi hal yang tidak wajar apabila sosial media itu sendiri malah digunakan guru seperti yang digunakan siswanya sendiri. Seperti guru yang menulis status-status yang kurang baik. Mengunggah foto dengan kata-kata yang kurang mendidik seperti, senyum tipis-tipis, lagi galau, muka jelek. Atau masih banyak yang lain. Tentunya hal ini bukan menjadi hal yang baik bagi guru tetapi malah bisa memperburuk Citra guru itu sendiri. Alangkah baiknya jika sosial media kita gunakan sebagai wadah untuk dalaing menginspirasi dan memotivasi, memperbaiki Citra dan menjaga pribadi luhur seorang guru. Seperti halnya anak kecil yang bercita-cita menjadi seorang guru tadi. Guru juga harus mempunyanyi cita-cita untuk menjadi anak kecil dengan ketidakmungkinan yang ingin ia semogakan. Bismillah.
Oleh Singgih aji prasetyo. Mahasiswa fakultas pendidikan Bahasa dan Seni. Universitas PGRI Semarang.
Masa kecil dengan segala penghidupanya memang sesalu memberikan sisi yang menarik untuk dijadikan cerita atau pun sekadar sebagai bayang angan-angan dalam kehidupan pendewasaan. Masa lalu yang begitu polos Dan lugunya, dimana hari demi hari hanya berisi macam-macam permainan. Bergaya layaknya Bapak Polisi Yang gagah berani, yang sedang mengerjar maling keliling desa. Mengumpulkan kaleng plastik kosong, lalu diselipkan antara ban sepeda dan besi pengaitnya. Berputar-putar bak anak Racing. Berkelahi sendiri dengan robot, bermesraan dengan boneka panda. Atau entah dengan pelbagai imajinasi lain yang melebihi doraemon mungkin.
Begitulah narasi yang mungkin sedikit banyak dapat menggambarkan kehidupan anak-anak. Tak jauh berbeda dengan kisah kehidupanku sendiri sewaktu kecil. Apalagi sebagai anak yang sejak kecil tidak dekat oleh orang tuanya sendiri, ya Bapak berpulang saat usiaku masih dua tahun dan Ibu sejak saat itu bak pahlawan berjuang demi kehidupan di negeri sebrang. Tentunya dengan demikian hari-hari kecilku penuh dengan imajinasi tanpa pengawasan orang tua yang aku kasihi. Seorang anak kecil yang tumbuh diasuh oleh kakek dan nenek yang sudah tidak lagi muda tentunya sangat berpengaruh juga dalam kepribadianku. Nakal, membangkang, susah diatur seolah sudah melekat sebagai Citra anak yang dititipkan pada kakek dan nenek. Hal ini juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya kepada orang tua. Susahnya akses untuk berkomunikasi menjadi salah satu kendala bagi orang tua untuk memantau anaknya. Bahkan dulu saat Ibu ingin mendengar kabarku saja. aku harus mengantri di Wartel (Baca : warung yang menyediakan jasa komunikasi lewat telepon) dan itu juga uang yang dikirimkan Ibu sebagai biaya hidup satu Bulan habis untuk berbicara hanya sekitar 15-20 menit.
Meskipun masa kecil begitu nakal dan sulit diaturnya aku masih memiliki imajinasi yang tinggi dan Alhamdulillah cenderung positif. Seperti halnya anak-anak lain. Saat diintrogasi gurunya perihal cita-cita aku masih memiliki angan-angan yang kuat untuk menjadi seorang guru. Memang kelihatanya tidak masuk akal. Anak yang setiap hari datang terlambat ke sekolahan, anak yang saban harinya tidak pernah memasukkan baju, anak yang pakai topi pramuka saat upacara hari senin. sekarang bercita-cita menjadi seorang guru. "Tidak sadar diri" mungkin itu yang ada dalam pikiran guru-guru saya dulu.
Namun nampaknya imajinasi masa kecilku itu tidak hanya menjadi angan-angan yang selaku aku impikan saja. Pendewasaan sikap di masa MA dan juga banyaknya bimbingan-bimbingan keagamaan membuat jalan atau kisah hidupku berangsur berubah. Kedekatan dengan guru-guru semakin memantapkan cita-citaku untuk mencintai profesi itu. Hal lain yang ingin aku buktikan pada keyakinan dan kepercayaan hatiku juga dengan semakin mantapnya aku menempuh pendidikan keguruan. Menjadi seorang guru tentunya memiliki beban yang sangat berat. Selain dituntut untuk ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Hal paling utama peranan seorang guru yaitu membentuk kepribadian dan akhlak yang baik bagi siswanya. Seorang guru harus bisa menyelesaikan masalah yang sedang dialami oleh anak didiknya. Semisal saat salah seorang siswa sedang berselisis paham dengan siswa yang lainya seorang guru harus bisa menjadi hakim yang seadil-adilnya bagi mereka. Atau saat siswanya sedang asik pada dunia sehingga jauh pada tuhanya, disana seorang guru harus dapat menggantikan peranan pemuka agama dengan begitu bijak.
Namun akhir-akhir ini karakter seorang guru yang seperti ini jarang kita dapati. Entah karena modernisasi atau perkembangan zaman yang begitu pesatnya hingga kepribadian luhur seorang guru perlahan-lahan hilang. Contoh saja dalam perkembangan Iptek. Memang sebagai seorang pengajar/pendidik guru harus melek Iptek. Perkembangan teknologi semestinya dapat dimanfaatkan oleh guru sebagai alat bantu dalam proses belajar mengajar seperti penggunaan Laptop sebagai media penyampaian materi. Namun agaknya tidak sedikit juga guru yang menyalah gunakan perkembangan teknologi ini. Batang tentu seperti yang kita lihat dalam sosial media. Banyak sekali guru yang mengunakan sosial media. Seperti Facebook, instagram, BBM dan lain sebagainya. Tak salah memang bila itu bertujuan untuk mendidik atau mengawasi siswanya lewat sosial media, akan tetapi akan menjadi hal yang tidak wajar apabila sosial media itu sendiri malah digunakan guru seperti yang digunakan siswanya sendiri. Seperti guru yang menulis status-status yang kurang baik. Mengunggah foto dengan kata-kata yang kurang mendidik seperti, senyum tipis-tipis, lagi galau, muka jelek. Atau masih banyak yang lain. Tentunya hal ini bukan menjadi hal yang baik bagi guru tetapi malah bisa memperburuk Citra guru itu sendiri. Alangkah baiknya jika sosial media kita gunakan sebagai wadah untuk dalaing menginspirasi dan memotivasi, memperbaiki Citra dan menjaga pribadi luhur seorang guru. Seperti halnya anak kecil yang bercita-cita menjadi seorang guru tadi. Guru juga harus mempunyanyi cita-cita untuk menjadi anak kecil dengan ketidakmungkinan yang ingin ia semogakan. Bismillah.
Oleh Singgih aji prasetyo. Mahasiswa fakultas pendidikan Bahasa dan Seni. Universitas PGRI Semarang.
Kamis, 16 Februari 2017
(Puisi)
Naik kereta Babi
Naik kereta babi... Tut... Tut... Tut
Siapa muka curut
Perut menggembung... Berbadan dua
Janjinya manis bagai gula
Ayo temanku para elit politik
Habiskan semua kita bergembira
Cepat jalankan babiku... Tut... Tut... Tut
Banyak penumpang gendut
Kandangku sudah sesak
Karena anggota terlalu banyak
Di sinilah istana kita
Tempat para penguasa
Senin, 26 Desember 2016
(Esai)
Wacana menanti museum batik lasem
Lasem kota sejarah yang terlupakan
Wacana yang
ditulisawiwiyonocukupmenarikperhatian.Rencanapembangunansebuah museum batik di
kotalaseminimemanglahsangatdibutuhkan,
karenalasemmemangsatu-satunyakotakecamatan di kabupatenrembang yang
terkenaldengan batik pesisirnya. Kalaukitamelihatagakkebaratsedikitmenengok di
kotatetanggapati. Pemerintah di sanasudahlebihmajudalampelestarianbatiknya.
Sepertikitabisamelihat museum batik bakaran yang dikenaldenganistilah batik pesisirdanjugapelestarian
batik bumi mina taninya yang sudahmenjadiikonbagikotapati.
Jadimemangtidakterlalubelebihanapabilapemerintahkotarembangmenggelontorkandanahingga
2 Milliaruntukpembangunan museum batik ini.
Selainsebagaipelestariancagarbudayapembangunaninijugadiharapkanmampuuntukmenarikwisatawanbaikitulokal,
nasional, maupuninternasional.Kalaukitamaumenengokpadasejarahkota yang
amattuainimungkintidakakanpernahadahabisnya. Lasemmerupakankotatua yang
mungkinbisadikatakandilupakanakansejarahnya. Tentunyakitasemua tau
bahwalasemdulunyamempunyaikerajaan yang sangatbesar, pelabuhanterbesar di
tanahjawasetelahpelabuhantanjungemassemarang.
Namunparagenerasimudasaatinitidakada yang
mengetahuiitusemuabahkanmenurutpenelitianmakandari raja
kerajaanlasemdulusudahmenyatudalampemakamandesasetempat, bahkanmakamnyabisa di
katakansangattidakterawatkarenaditumbuhirerumputan yang panjang.
Selainitujugapelabuhannya yang
sudahtidakadalagi.Sekarangpelabuhanituhanyalahjadideretanrumah-rumahpenduduk.Tentunyahalinibisamenghilangkansejarahkota.
Sayatahutentunyainitidakhanyakewajibanpemerindahdaerahsajauntukmenjaganya.Namunjugadiperlukankewajibandanjugakesadarandarimasyarakat.
Nah di siniapa yang di lakukanolehpemerintahkotarembanguntukmembangun museum
batik lasemmerupakankebijakan yang sangatbaik.
Denganhalitudiharapkansejarahkotalasemtidaklagiterlupakan.
Wilayah kotalasem yang sangatstrategisyaituberada di
pesisirutaralautjawadandilintasiolehjalurpantura (pantaiutara) mungkinmenjadikeunggulantersendiri.
Karenaselainmudahuntukdijangkaujalurlintaslasemjugamempunyaipemandanganpantai
yang sangatindah.Pantai-pantai di
kotarembangmemangsudahtidakdiragukanlagikeindahanya. Batik lasem yang
dikenaljuga batik
pesisirmungkinbisajugadikolaborasikandengakeindahanpantaidalambentukcorak-corak
yang lebih modern yang
biasanyadisukaidikalanganremaja.Tentunyainimerupakanstrategi yang sangatbagus
yang langsungmengarahkegenerasimudasebagaisasaranpelestarianbudaya, semogaapa
yang dicanangkanpemerintahkotarembangdanpemerindahdaerahlaseminibisaterealisasikandenganbaikdanbisauntukmengangkatkembalisejarahkota.
(Esai)
Menyimak kembali isi Sumpah Pemuda
Dalamperjalananyasejarahmerekambahwa
Negara Indonesia inimembutuhkanpengorbanan yang
sangatbesardalamupayanyameraihkemerdekaandankedamaian.Seperti yang
kitasemuaketahui Indonesia dijajaholehbangsa lain lebihdari 3,5abadlamanya.
Merekasemuadatangdenganembel-embelperdagangandankerjasamadengan
Indonesia.Namundalamkerjasamatersebut Indonesia
samasekalitidakmendapatkankeuntungan.
Apakahmasyarakatdahulutidakpernahmelawan?.Tentusajapernahnamunperlawanan-perlawanandarimasyarakatinimasihbersifatberkelompokjadiparapenjajahmudahuntukmemecahbelahpersatuandarimasyarakat
yang inginmenentangkebijkanmereka.
Ironisnyapenjajahan
yang dilakukanolehbangsaasinginimasihterjadipadaawal-awalkemerdekaan
Indonesia.Merekamasihmenggunakanpolitikadudombauntukmemecahpersatuanbangsa
Indonesia yang
barusajadidirikan.Selainitumerekajugainginmengujikekuatandaribangsa Indonesia.
Usaha
daripenjajahlangsungmendapatkanrespon yang sangatcepatdarirakyat Indonesia,
terutamadarigolonganparapemuda.Inidibuktikandenganbanyaknyapemuda yang
mendaftarmenjadi TKR (tentarakeamananrakyat) yang
tujuanyauntukmenjagadanmelindungi Negara KesatuanRepublik Indonesia.
Selainitu,
golonganpemudainijugamenyadaridenganbetulbahwarepublik Indonesia inimerupakan
Negara yang beragamayaituterdiridariberbagaimacam
agama.Dengademikianmerekameperlukansuatujanjiatau pun sumpah yang
tujuanyauntukmenyatukanbangsa yang terdiridariberbagaimacam agama ini,
terutamauntukmenyatukanparapemudanya.
Hinggapadatanggal
28 Oktober 1945 tercetuslahsumpahpemudauntukmenyatukanparapemuda Indonesia
dalamsatutujuan, yang isinya “Soempahpemoeda, kami poetradanpoetri Indonesia,
mengakoebertoempahdarahjangsatoe, tanah Indonesia. Kami poetradan poetry
Indonesia mengakoeberbangsajangsatoe, bangsa Indonesia. Kami poetradan poetry
Indonesia mendjoenjoengbahasapersatoean, bahasa Indonesia.
Namundalamperjalananya,
pemudasaatiniseolahlupaakansejarahbangsanyasendiri.
Setelahparapemudapejuangbangsadulususahpayahmenyatukanbangadanmenjagakedamaian.
Pemudasekarangmalahkeraskepalamembenarkankelompoknyasendiritanpamaumenghargaidanmenjagatalipersaudaraandengankelompok
yang lain. Malah yang
parahlagimerekatidaklagimenghargaijasaparapejuangterdahulu.
Sebagaicontohsayamenemukanpostingandarisalahseorangteman
yang adahubunganyadengansumpahpemuda.Dalam posting tersebutiamengatakan
“SumpahPemuda II. Kami putradanputri Indonesia mengaku, beraqidahsatu,
aqidahislam. Bertujuansatu, menghapussekurelisme-kapitalismedarimukabumi.Bermisisatu,
membebaskanmanusiadarimenyembah sesame manusiamenjadimenyembah PENCIPTA
MANUSIA” .
Barangtentutujuandarimerekamenulishaltersebutadalahmengacupadakebaikan.
Akan
tetapidenganmembawaembel-embeldarisumpahpemudatentunyadengantidakdisadariakanmenimbulkanperdebatanataubahkanpertikaianantarpemudanegeriini.
Benarmuslimmerupakanmasyarakatmayoritas di Indonesia,
namunapakahkitaseolah-olahmenjadipenguasadengantidakmenghargaiperasaansaudara-saudarakita
yang non muslim. Tentunyainimerupakandakwah yang kurangcerdasbagikita,
danalangkahbaiknyakitauntukintroprksidirilagi.
Permasalahan-permasalahaninitentunyamembutuhkantanggapandarimasyarakatdanpemerintah.Mungkinhaliniterjadikarenakurangnyapendidikankarakter
yang mengacupadasejarahdannasionalismebangsa.Dengan di
berikanyadoktrin-doktrintentangnasionalismemungkinkitaakanlebihmenghargaisatusama
lain danlebihmenyadarilagipentinyauntukmenjagakedamaianantarpemuda.
Pendidikankenegaraan
yang
dikemasdalamlingkupkeagamaanjugadapatmenjadisenjatajitudalammenjagapersatuandankedamaiannekarakesatuan
republic Indonesia.
MenyimakkembaliisiSumpahPemuda, oleh :SinggihajiprasetyomahasiswaFPBS Universitas PGRI Semarang.
(Esai)
Kehidupan seni kampus
Seperti yang
kitaketahuikampusmerupakaninstitutataulembagapenyelenggarapendidikan.Kampus
yang notabenyaadalahlembagapendidikantinggitentunyamempunyaiperancentraldalamperkembanganpendidikandansegalasesuatu
yang mencakupmengenaikualitaspendidikan.Dalamperjalananyakampusmenjadiandalandaripemerintahuntukmenanamkanwatak/karakterbangsa.Melauilembagapendidikantinggipemerintahjugabisamengontrolperkembanganpendidikan
Negara.Mengapabisabegitu?Yaa, seperti yang kitalihatbahwasanyakampuslahsatu-satunyalembaga
yang mempunyaijaminanmutu.Denganadanyaitulahkitabisamewujudkancita-citabangsayaitumemajukankesejahteraanumum,
mencerdaskankehidupanbangsa, melaksanakanketertibandunia yang
berdasarkankemerdekaan, perdamaian, dankeadilansosial yang tercantumdalampembukaan
UUD 1945.
Universitas
PGRI Semarang sebagaisatu-satunyaperguruantinggi di jawatengah yang
ditunjuklangsungolehpemerintahpusatuntukmenanamkanpendidikankarakterpadasetiapmahasiswanya,
tentunyamempunyaicaratersendiridalammenjalankanamanattersebut. Salah
satunyayaitudenganmenghidupkansenikampus.Berbagaikesenian-kesenian yang di
tanamkan di kampustentunyamenghasilkankarakterseperti yang
diharapkan.Selamainisenimemangsudahbegitubanyakdalammembimbingparamahasiswauntukmenemukanjatidirinya.Banyaknyakegiatan-kegiatanseniseperti
yang kemarinbaruditampilkanolehteatergemakampus UPGRIS yang
mengambiltemajakatarubdanjugapagelaran monolog baladasumarah.inimenjadibuktijatidiri
yang ditunjukkanolehparamahasiswa.Denganitu pula
tentunyaparadosentahubahwakarakterdarimahasiswanyamulaitumbuhmelaluiseni.Selainmenjadikebanggaandaripemainseniitusendiritentunyainijugamerupakankebanggaandarikampuskarenasenimerekalahyang
mewakilijawatengahpadaporsemina di
kendarinanti.Hidupnyasenisuatukampusjugamenjadiintregritas yang perludiperhitungkanbagipesaing-pesaingkampus
yang lain. Karenasenisekarangmenjadirujukanatau pun pandangansemuakalangan,
baikitumahasiswa, masyarakat, maupunpemerintah.
Semogakitasemuabisamenemukanjatidirikitalewatkehidupansenikampus.Dan
jugasemogakampusselalumendapatkepercayaanuntukmenghidupkanseni.
KehidupanSeniKampus,
olehSinggihAjiPrasetyomahasiswaFakultasPendidikanBahasadanSeniUniversitas
PGRI Semarang.
(Esai)
Estetika Seni Kampus
ESAI, yang
ditulisVetiFatmawaticukupmenarikperhatian.Bagaimanatidaksetelahsayamembacaapa
yang dituliskanolehvetifatmawatitidakubahnyalebihsepertimenceritakankembaliapa
yang sudahialihatdaripadasebuahEsai. PenampilanseniteaterJakaTarubolehteaterGemaUniversitas
PGRI Semarang (UPGRIS)
padaselasakemarinmemangmerupakanhasilkreasidarimahasiswa.
Selainpenampilanseniteateracara yang berlangsung di
Auditorium gedungpusat UPGRIS itujugamenampilkan Monolog baladasumarah yang
akandibawakekendarisebagaiperwakilandariJawa Tengah dalamajangPorsemina.
Namundalamtulisanvetifatmawatibelumsedikitpunmebahaspendapat-pendapat yang
iagagas.
Dalamduniapendidikansenimemangmenjadihal yang
seolah-olahdiwajibkan.Meskipun orang-orang seni yang berada di sekitarkitasaatinibelumtentu
orang pendidikansemuanyanamunpadakenyataanyakarya yang
sudahmerekahasilkansemuayaberbobotdanpenuhakanilmu.
Inilah yang mungkinbisadijadikanlataratau pun
dasardalamperkembanganilmudanpembangunan.Ya, ilmu yang
berkembangmelaluisenisayakiramempunyaihal yang berbeda yang
bisamenarikperhatianbanyak orang.Begitujugadenganpembangunan,
bukanpembangunandalamhalfisikatauinfrastruktur yang
sayamaksudnamunpembangunankarakterdanintregritasdarianakbangsa yangsayakirasudahsedikitluntur.
Meskipunapa yang kitalihatpada orang-orang yang berkesenian
di sekitarkitaseperti orang yang nyelenehtingkahlakunyaseringkaliberbedapada
orang-orang padaumumnya. Tetapiitulahuniknyasenimeskipunsepertiitunamun orang
yang mempunyaijiwasenisenantiasamenjagasikanyadanperilakunya yang adiluhung.
Dengandiadakanyaseni di
kampusinitentunyakitasemuaberharapbahwaapa yang ditampilkanolehmereka-mereka
yang
berkesinianinibisamenjadikanpijakanataucontahbagisetiapmahasiswauntuksenantiasamenjagakarakterdirinyakhususnyadanjatidirikampuspadaumumnya.
Begitulahsenisemogasenantiasakitabisamemahamiestetikanyadansemogaseniselalujayadalamperadabanilmudanpembangunankarakteranakbangsa.
EstetikaSeniKmpus,
olehSinggihajiprasetyomahasiswafakultaspendidikanbahasadanseniUniversitas PGRI
Semarang.
Langganan:
Postingan (Atom)
